Posted by proud2 ride in Honda
Tags : Honda Supra X 125 vs Spacy injeksi
Bebek dan Sekutik Honda Versi injeksi Meluncur (segera)
Bulan ini Honda akan meluncurkan 2 motor injeksi yaitu Supra X125
Helm-in dan Spacy. Meskipun belum menjadi fakta (karena belum ada info
kapan persisnya launching) tapi pabrikan lain harus waspada. Strategy
apa yang hendak diletupkan Honda…???
Seinget P2R, hingga penghujung 2011 sepertinya PT Astra Honda Motor
(AHM) masih punya simpenan produk baru untuk diluncurkan. Yang sudah
masuk daftar TPT dan belum dibrojolin adalah bebek 125 cc versi injeksi.
Apakah launching bebek injeksi tersebut akan dibarengkan dengan
peluncuran skutik injeksi Honda yang ditengarai Spacy
Minggu, 08 Januari 2012
Intip Yamaha Jupiter-Z, Akibat Pakai Gir Ringan
Sejatinya, Yamaha Jupiter-Z geberan Sigit PD ini bermain di kompresi
13,6 : 1. Itu kalau di trek permanen. Maklum,
doi kan pembalap IndoPrix (IP). Tapi, karena bermain di sirkuit dadakan
yang tidak terlalu panjang, kompresi diturunkan lagi. Itu akibat
penggantian gir belakang yang dinaikan.
Jika biasanya pakai 14/ 42 mata, di sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang pakai 14/44 mata. Hasilnya, racer asal Jogja ini mampu podium utama di kelas 125 cc Grand Final Yamaha Cup Race 2011 beberapa waktu lalu.
Kompresi diturunkan hingga 13,2 : 1. Karena kalau tidak diturunkan, napas mesin terlalu cepat habis oleh gir yang lebih ringan,” ungkap Heru ‘Kate’ Hardiyanto, selaku tunner tim Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya itu.
Penurunan kompresi ditempuh lewat pemapasan jenong alias dome piston Daytona diameter 55,25 mm yang diandalkan. Berkali-kali, piston dipapas dan diukur lewat alat ukur buret hingga dapat kompresi yang diinginkan.
Sayangnya, pria akrab disapa Pak’De ini tak terlalu mengukur berapa tinggi dome akhir. Tapi, kepala silinder juga ikut dipapas sekitar 0,4 mm. Hitungan ini, tetap dipakai meski ganti head silinder baru.
Selain kompresi, penyesuaian seting juga berimbas ke timing tertinggi pengapian. Untuk limiter diseting di 14.500 rpm. Lalu, timing pengapian yang biasanya dipatok 36º di 9.500 rpm, diturunkan jadi 36º di 8.500 rpm. Ya, turun 1.000 rpm.
Kalau gir ringan, napas mesin jadi cepat habis. Selain itu, penyesuaian juga karena sirkuit yang patah-patah. “Biar dropnya rpm juga tidak terlalu banyak. Jadi cepat mengail rpm lagi,” timpal alumnus fakultas Pertanian UPN Jojga 1990 itu.
Kondisi ini sesuai karakter balap Sigit yang sebenarnya suka gaya rolling speed. Jadi, meski trek patah-patah, tapi doi kadang masih suka gantung rpm dibeberapa tikungan. Bisa dikatakan juga kalau Sigit suka motor yang powernya lembut.
Untuk sistem pengapian sendiri, Pak’De lebih andalkan model rotor. Ya, pakai lempengan besi yang bobotnya dibuat jadi 550 gram. Untuk mengimbangi di sebelah kanan, balancer diterapkan hingga 400 gram.
Kompresi di ruang bakar, ditemani pemakaian klep milik Honda Sonic diameter 28 mm (in) dan 23 mm (ex). “Sengaja untuk ex dikecilkan. Sempat jajal klep 24 mm, tapi power masih kurang padat,” bilang pria ramah ini.
Durasi kem bermain di 272º. Itu berlaku buat klep in dan ex. Hitungannya, in 34º + 58º + 180º = 272º. Sedang ex, 58º + 34º + 180º = 272º. LSA (Lobe Separation Angle) bermain di 102º. Ini cocok untuk karakter power menengah-atas. Ya, buat bermain rolling speed.
Pangabut bahan bakar andalkan Keihin PWK 28 mm. Main-jet diseting 108 dan pilot-jet cukup besar. Yaitu, 60. “Karena power motor enteng-enteng, jadi butuh masukan sedikit besar di putaran bawahnya,” tutup Pak’De.
Belum lagi, saluran buang juga andalkan bikin tim sendiri. Ya, knalpot terbaru buat Jupiter-Z merek Yonk Jaya. Oh ya! karena sirkuit dadakan, Sigit lebih PD alias percaya diri untuk pakai stabilizer rangka di bagian underbone. Jadi, tak masalah dengan sasis yang seolah mantul-mantul ketika direm keras.
DATA MODIFIKASI
Ban : FDR 90/80-17
Sok belakang : YSS
Stabilizer setang : KTC
CDI: Rextor Pro Drag
Knalpot : Yonk Jaya
Jika biasanya pakai 14/ 42 mata, di sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang pakai 14/44 mata. Hasilnya, racer asal Jogja ini mampu podium utama di kelas 125 cc Grand Final Yamaha Cup Race 2011 beberapa waktu lalu.
Kompresi diturunkan hingga 13,2 : 1. Karena kalau tidak diturunkan, napas mesin terlalu cepat habis oleh gir yang lebih ringan,” ungkap Heru ‘Kate’ Hardiyanto, selaku tunner tim Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya itu.
Penurunan kompresi ditempuh lewat pemapasan jenong alias dome piston Daytona diameter 55,25 mm yang diandalkan. Berkali-kali, piston dipapas dan diukur lewat alat ukur buret hingga dapat kompresi yang diinginkan.
Sayangnya, pria akrab disapa Pak’De ini tak terlalu mengukur berapa tinggi dome akhir. Tapi, kepala silinder juga ikut dipapas sekitar 0,4 mm. Hitungan ini, tetap dipakai meski ganti head silinder baru.
Selain kompresi, penyesuaian seting juga berimbas ke timing tertinggi pengapian. Untuk limiter diseting di 14.500 rpm. Lalu, timing pengapian yang biasanya dipatok 36º di 9.500 rpm, diturunkan jadi 36º di 8.500 rpm. Ya, turun 1.000 rpm.
Kalau gir ringan, napas mesin jadi cepat habis. Selain itu, penyesuaian juga karena sirkuit yang patah-patah. “Biar dropnya rpm juga tidak terlalu banyak. Jadi cepat mengail rpm lagi,” timpal alumnus fakultas Pertanian UPN Jojga 1990 itu.
Kondisi ini sesuai karakter balap Sigit yang sebenarnya suka gaya rolling speed. Jadi, meski trek patah-patah, tapi doi kadang masih suka gantung rpm dibeberapa tikungan. Bisa dikatakan juga kalau Sigit suka motor yang powernya lembut.
Untuk sistem pengapian sendiri, Pak’De lebih andalkan model rotor. Ya, pakai lempengan besi yang bobotnya dibuat jadi 550 gram. Untuk mengimbangi di sebelah kanan, balancer diterapkan hingga 400 gram.
Kompresi di ruang bakar, ditemani pemakaian klep milik Honda Sonic diameter 28 mm (in) dan 23 mm (ex). “Sengaja untuk ex dikecilkan. Sempat jajal klep 24 mm, tapi power masih kurang padat,” bilang pria ramah ini.
Durasi kem bermain di 272º. Itu berlaku buat klep in dan ex. Hitungannya, in 34º + 58º + 180º = 272º. Sedang ex, 58º + 34º + 180º = 272º. LSA (Lobe Separation Angle) bermain di 102º. Ini cocok untuk karakter power menengah-atas. Ya, buat bermain rolling speed.
Pangabut bahan bakar andalkan Keihin PWK 28 mm. Main-jet diseting 108 dan pilot-jet cukup besar. Yaitu, 60. “Karena power motor enteng-enteng, jadi butuh masukan sedikit besar di putaran bawahnya,” tutup Pak’De.
Belum lagi, saluran buang juga andalkan bikin tim sendiri. Ya, knalpot terbaru buat Jupiter-Z merek Yonk Jaya. Oh ya! karena sirkuit dadakan, Sigit lebih PD alias percaya diri untuk pakai stabilizer rangka di bagian underbone. Jadi, tak masalah dengan sasis yang seolah mantul-mantul ketika direm keras.
DATA MODIFIKASI
Ban : FDR 90/80-17
Sok belakang : YSS
Stabilizer setang : KTC
CDI: Rextor Pro Drag
Knalpot : Yonk Jaya
Kamis, 05 Januari 2012
JELANG MOTOGP 2012
CarmeloMoralesSuter1000Moto12012Jerez
cudlin-suter-motogp
lorenzo_brno
HondaMotoGp2012
Valentino_Rossi_Dirt_Track2
spies_pit_original
rossi_pit_01_original
lorenzo_3_original
cudlin-suter-motogp
lorenzo_brno
HondaMotoGp2012
Valentino_Rossi_Dirt_Track2
spies_pit_original
rossi_pit_01_original
lorenzo_3_original
Minggu, 25 Desember 2011
KONSEP MODIFIKASI KAWASAKI BINTER MERZY
Ada beberapa konsep yang di persiapkan Bapake untuk modifikasi motor jadul ( kawasaki binter coy )
trombol susuki TS, jadi pilihan roda belakang,
Bisa juga di aplikasi di motor Ninja R / RR,Tiger, Scorpio, Bajaj Pulsar, RX-King, megaPro,JupiterZ,MX Thunder,Satria FU, Satria 2tak, Mio,Nouvo,Vario, motor Bore u,dll
Tersedia ukuran ; 24 /28/32/34/36/ 38
HargaRp.1.549.000,00 ( TM24 ) Rp.1.450.000,00 !!!
Pelek
( Velg ) keluran TDR yang cocok untuk tipe semua ban
dragrace,roadrace/harian juga boleh kok bos !!!!! pelek ini terbukti
kuat,ringan dan mempunyai profil oval yang sangat modern.terbukti velg
TDR telah di aplikasi ke semua motor balap di kelas motoprix ataupun
indoprix !!!
Harga ; Rp.275.000,00 ( untuk ukuran 120 & 140 )
Rp.300.000,00 ( untuk ukuran 160 )
Rp.325.000,00 ( untuk ukuran 185 )
Rp.350.000,00 ( untuk ukuran 215 )
Rp.425.000,00 ( untuk ukuran 250 )
BAN COMET M1
Ban import tubeless Comet M1, jenis High Performance tyre. Terbuat dari bahan karet natural. Mempunyai kode kecepatan S,
yaitu 180 km/jam. Telah teruji dan memenuhi Standard Nasional Indonesia
(SNI), Japanese Industry Standard (JIS), Standard US (DOT), dan ISO
9001. Cocok untuk segala cuaca.
trombol susuki TS, jadi pilihan roda belakang,
]Karburator Mikuni Sudco TM
Mikuni asli katup rata (flat slide) carburetor, yang TM Seri karburator memberikan peningkatan kinerja yang cukup lama atas desain geser sepanjang carburetors. Air mengalir lebih cepat dan halus melalui Seri TM venturi disebabkan flat slide konfigurasi dan jet blok yang membantu membuat efek smoothbore. Kecepatan yang tinggi dari aliran udara yang lebih kuat berarti kekosongan di jarum jet, sehingga menyediakan lebih banyak dan lebih presisi. Hampir semua team balap roadrace di Indonesia menggunakan karburator mikuni sudco TM 24 untuk kelas MP3 dan MP4
Mikuni asli katup rata (flat slide) carburetor, yang TM Seri karburator memberikan peningkatan kinerja yang cukup lama atas desain geser sepanjang carburetors. Air mengalir lebih cepat dan halus melalui Seri TM venturi disebabkan flat slide konfigurasi dan jet blok yang membantu membuat efek smoothbore. Kecepatan yang tinggi dari aliran udara yang lebih kuat berarti kekosongan di jarum jet, sehingga menyediakan lebih banyak dan lebih presisi. Hampir semua team balap roadrace di Indonesia menggunakan karburator mikuni sudco TM 24 untuk kelas MP3 dan MP4
Bisa juga di aplikasi di motor Ninja R / RR,Tiger, Scorpio, Bajaj Pulsar, RX-King, megaPro,JupiterZ,MX Thunder,Satria FU, Satria 2tak, Mio,Nouvo,Vario, motor Bore u,dll
Tersedia ukuran ; 24 /28/32/34/36/ 38
Harga
Velg Racing TDR
Harga ; Rp.275.000,00 ( untuk ukuran 120 & 140 )
Rp.300.000,00 ( untuk ukuran 160 )
Rp.325.000,00 ( untuk ukuran 185 )
Rp.350.000,00 ( untuk ukuran 215 )
Rp.425.000,00 ( untuk ukuran 250 )
BAN COMET M1

Stock ready ukuran:
120/70-14 ---- Rp 280.000
80/90-17 ---- Rp 275.000
90/80-17 ---- Rp 310.000
100/80-17 ----Rp 370.000
Jari- jari Yoko
Tersedia dengan berbagai macam warna dari Biru, Kuning Emas, Hitam .... Kuat & kokoh,,,, harga 60 rb
konsep akhir tidak jauh seperti ini
Langganan:
Postingan (Atom)

















